SEE BEYOND THE EYES CAN SEE

OMOB April.jpg

Bagi saya, membaca sejarah adalah sebuah keharusan untuk memenuhi dahaga ilmu pengetahuan. Sebagai bangsa yang besar, kita perlu untuk memberikan ruang beberapa puluh persen, untuk pengetahuan sejarah di pikiran kita. Agar sejarah tidak hanya sebatas kumpulan berkas yang terserak, tetapi juga abadi dalam derap langkah perjuangan para penerusnya. Untuk tugas bulanan One Month One Book kali ini, saya berkesempatan untuk membaca kisah pertempuran terbaik sepanjang masa. Buku ini berjudul Muhammad Al-Fatih 1453 Hijriyah. Buku dengan tebal 320 halaman tersebut saya habiskan hanya dalam waktu dua malam. Penjelasan yang tidak bertele-tele dari Felix Y. Siauw selaku penulis, membuat babakan sejarah begitu mudah dipahami. Sebuah kisah tentang pembuktian bisyarah nabi, terkait sebaik-baik pemimpin dan sebaik-baik pasukan. Ketika dunia hanya terbagi menjadi dua bagian, barat dan timur, Imperium Romawi dan Khilafah Islam. Sebuah epos yang menjadi pembuka atas sejarah-sejarah lainnya. Persaingan antara dua kekuasaan besar, Byzantium dan Usmani. Continue reading

Categories: Uncategorized | Leave a comment

AIDIT: DUA WAJAH PERISTIWA 65

OMOB April 1

Karena keterbatasan anggaran dalam membeli buku, serta mayoritas buku teman asrama sudah terbaca, maka langkah alternatif yang saya ambil adalah dengan membaca ebook. Kebetulan buku digital yang tuntas saya baca dalam sekali duduk di bulan April adalah tentang biografi. Tepatnya, tokoh yang menurut sejarah bertanggungjawab atas peristiwa kelam G30SPKI. Tentu, generasi-generasi pendahulu kita menganggap itu adalah babakan sejarah paling kelam dalam sistem pemerintahan kita. Bagaimana sekelompok orang dengan ideologi komunis, mencoba menumbangkan Pancasila, dan menggantinya dengan ideologi sama rasa dan sama rata. Kini telah termaktub dalam sejarah, bahwa peristiwa 1965 adalah peristiwa berdarah. Namun, dalam menyikapi sejarah, kita harus senantiasa memasang sikap skeptis. Tidak bisa dipungkiri bahwa sejarah adalah ditulis oleh mereka yang menang. Sehingga menjadi sebuah rahasia umum apabila sejarah memiliki peluang untuk diselewengkan, menguntungkan satu pihak. Dan saya kira melalui buku-buku biografi milik aktor-aktor sejarah, kita diajak untuk mengurai benang kusut sejarah. Mencoba memandang seseorang dari sudut yang belum pernah kita lakukan. Continue reading

Categories: Uncategorized | Leave a comment

BELAJAR DARI PARA PERANTAU ILMU

Para Perantau Ilmu.jpg

Masih di bulan Maret, saya kembali meminjam buku teman saya yang kebetulan lagi banyak buku baru. Mungkin bulan ini saya sangat berterima kasih kepadanya karena telah membantu saya tetap menjaga aliran pengetahuan di otak saya. Buku yang menarik minat saya untuk yang kedua kalinya di bulan Maret adalah buku biru juga, inisiasi dari PPI Dunia. Judulnya adalah Perantau Ilmu Amerika-Eropa. Sebenarnya, buku ini terdiri atas beberapa chapter berdasarkan regional mereka para pencari ilmu. Seperti edisi Asia-Oceania, maupuan Timur Tengah-Afrika. Buku ini diterbitkan pada tahun 2018 oleh Elex Media Komputindo. Dengan tebal 308 halaman, saya menghabiskan lembaran demi lembaran buku ini selama 30 jam. Continue reading

Categories: Uncategorized | Leave a comment

MENEMUKAN ALIRAN HIDUP

Ikigai.jpg

Di bulan Maret ini, saya berkesempatan untuk membaca sebuah buku yang katanya laris dimana-mana. Judulnya adalah Ikigai, Rahasia Hidup Bahagia dan Panjang Umur ala Orang Jepang. Buku ini saya pinjam dari seorang teman yang kebetulan memiliki banyak buku baru di asrama. Sampul berwarna biru dengan huruf kanji di permukaannya cukup membuat mata tertarik memandangnya. Buku ini diterbitkan tahun 2018 oleh penerbit Renebook. Ditulis oleh dua orang pasang kekasih, Hector Garcia & Frances Miralles yang tahun terbit otentiknya adalah tahun 2016. Sementara untuk edisi Indonesianya diterjemahkan oleh Krisnadi Yuliawan. Dengan tebal cuma 232 halaman, buku ini saya habiskan hanya dalam jangka waktu 24 jam. Continue reading

Categories: Uncategorized | Leave a comment

KILAS DUNIA FAITH AND THE CITY

28104735

Buku The Faith and The City merupakan karya dari penulis pasangan suami istri Hanum Salsabila Rais dan Rangga Almahendra. Tidak ada motivasi lain bagi saya untuk membaca tulisan ini selain kembali menikmati kisah-kisah karya mereka yang senantiasa epik. Buku terbitan tahun 2015 ini, ada yang bilang lanjutan dari kisah buku sebelumnya, bulan terbelah di langit Amerika. Dengan mengambil latar tempat di kota New York. Buku ini rasanya cukup berbeda dari dua buku pendahulu tulisan pasangan Hanum dan Rangga. Dua buku sebelumnya yaitu 99 Cahaya di Langit Eropa dan Bulan Terbelah di Langit Amerika, yang cukup dipenuhi dengan cerita traveling dan fakta-fakta sejarah. Salah satu hal yang konsisten, buku ini tetap ingin menunjukkan bahwa Islam itu indah, juga menghilangkan beberapa hal buruk yang masih sering dilekat-lekatkan dengan Islam. Ya, terutama di kota latar novel ini, kota yang menjadi pusat perhatian dunia, dimana seperti diceritakan, kita bisa menemukan di setiap sudutnya insan yang mengejar impian dan kebanggaan, namun masih cukup sulit untuk menemukan iman dan cinta.

Dalam buku ini bercerita mengenai perjalanan Hanum dan  Rangga ketika di kota New York selama 3 minggu.  Lanjutan cerita Bulan Terbelah di Langit Amerika berlanjut di dalam buku ini dengan tema yang lebih spesifik lagi yaitu mengenai keluarga, cinta, impian dan keteguhan hati.

Setelah malam terpenting yang dialami oleh Philipus Brown, Azima Hussein, Sarah Hussein dan Layla Brown karena jembatan terbaik yang dihubungkan oleh Hanum dan Rangga, semua menjadi berubah. Tidak hanya Azima Hussein yang kembali menunjukkan identitasnya sebagai seorang muslim dengan hijabnya, namun Hanum pun mengalami sesuatu yang tidak pernah dia bayangkan sebelumnya. Hanum ditawari oleh idolanya yaitu Andy Cooper sebagai seorang jurnalis dalam sebuah stasiun televisi terkemuka di New York (GNTV) selama 3 minggu.

New York, kota yang menjadi impian semua orang dengan hingar bingarnya, seperti memiliki kekuatan magis yang menarik semua orang untuk berada di kota ini. Keputusannya untuk mengambil pelatihan dalam program televisi tersebut dengan tujuan menunjukkan Islam merupakan agama yang baik, mencintai kedamaian dan tercapainya cita-citanya menjadi jurnalis yang dapat diperhitungkan dengan pengalaman yang luar biasa di kota yang penting yaitu New York. Rangga dengan berat hati akhirnya mengikhlaskan hatinya untuk mendukung keputusan Hanum untuk extend selama 3 minggu di New York untuk mengikuti pelatihan di kantor berita GNTV. Dia tdak ingin Hanum berfikir bahwa ikatan pernikahan menghalangi istrinya dalam menggapai impiannya.  Dan, perubahan pun mulai mereka rasakan dalam kurun tiga minggu tersebut. Tak ada lagi, masakan istri yang tersedia bagi Rangga,  salat berjamaah yang mereka biasa lakukan biasanya, ataupun makan malam romantis di luar. Rangga menghabiskan waktunya di perpustakaan milik Mr Brown untuk membuat tulisan mengenai sejarah Islam di Spanyol dengan jurnal-jurnal yang telah dikumpulkan oleh Azzima dengan perasaan campur aduk memikirkan Hanum. Sedangkan Hanum dituntut untuk terus dapat menghasilkan acara yang mampu mencapai rating tertinggi dibandingkan kantor berita lainnya dalam acara Insights Muslim. Setiap episode, Hanum terus merasakan konflik batin, dia tidak ingin menghasilkan cerita seorang Muslim dengan cerita-cerita yang mendramatisir dan membuat obyek berita tersebut menjadi tersudut, namun kembali dia terus dituntut untuk dapat bekerja dengan profesional demi sebuah rating yang mampu menunjukkan kemampuannya sebagai seorang jurnalis yang dapat diperhitungkan tanpa mengenal rasa peduli terhadap objek cerita.

Di akhir, disebutlah penggalan Al-Qur’an surat Al-Hadid ayat 20. Dengan arti Dunia hanyalah permainan dan senda gurau. Tempat untuk bermegah, berbangga di antara kamu. Semula akan tampak indah seperti tanaman yang tersapu hujan, Tapi kemudian mengering hingga kuning kerontang. Dan semua hanyalah kenangan yang menipu. The Faith and The City telah memberikan gambaran bagaimana dunia bekerja dan bagaimana seharusnya manusia menyikapi keputusan demi keputusan yang dibuat.

#LenteraLiterasiRK
#OMOB

Categories: Uncategorized | Leave a comment

Create a free website or blog at WordPress.com.